Minggu, 23 Agustus 2009

Nostalgia Vespa & Vespa LX 150




Vespa adalah merek sepeda motor jenis skuter yang berasal dari Itali. Perusahaan induk dari Vespa, adalah Piaggio. Pada awal kedatangannya Vespa mempunyai saingan berat skuter Lambretta, sekarang otomatis Vespa sebagai motor skuter konvensional tidak mempunyai saingan lagi. Pasar sepeda motor Indonesia yang unik tidak memberikan kesempatan kepada Vespa untuk menjadi besar. Merek yang diedarkan oleh PT Dan Motor Indonesia ini mempunyai penggemar fanatik, dan klub-klub penggemar Vespa (terutama Vespa klasik) menjamur diberbagai kota di Indonesia, Juga sering disebut Piaggio Kodok karena mirip VW Kodok.


Setelah lama tidak menampilkan varian terbarunya, Vespa akhirnya datang lagi untuk meramaikan pasar skuter di Tanah Air. Kemunculan perdananya pada awal tahun 2007 ini ternyata bukan membawa misi untuk menjadi scudeto pasar matiz di Indonesia. Vespa justru datang untuk membidik segmen pasar yang lebih mengutamakan gaya hidup.

Tiga Merek

Produk Piaggio sendiri sebenarnya memiliki tiga merek yakni Vespa, Gilera, dan Piaggio. Pada peluncuran tersebut, PT SKN memperkenalkan produk-produk baru dari ketiga merek tersebut yang akan dijual di pasar otomotif Indonesia.

Vespa yang namanya sudah membumi di Tanah Air ini, datang dengan membawa banyak perbedaan. Perubahan menyolok dari segi harga. Muncul terakhir kali pada tahun 1982, saat itu Vespa menghadirkan seri PX dan LX yang pertama kali menggunakan lampu sein. Harganya masih berkisar pada Rp 1 juta.

Pada kemunculan kali ini, skuter Vespa menyodorkan model terbarunya, Vespa Granturismo 200L dan Vespa LX 150 didampingi oleh Gilera New Runner 200VXR.

Harganya pun sangat jauh berbeda. Harga on the road (OTR) masing-masing Gilera New Runner 200VXR seharga Rp 55 juta, Vespa Granturismo 200L seharga Rp 59 juta, dan Vespa LX 150 Rp 44 juta.

"Pada peluncurannya, indent tipe LX sudah 40 unit. Tipe ini memang menjadi andalan dan menguasai 80 persen dari total impor. Kecepatan LX bisa mencapai 110 km per jam sementara GT hingga 150 km per jam," ia menjelaskan.

Suspensi

Skuter memiliki sistem suspensi yang menggunakan dual rate adjustable preload hydraulic shock absorbers dan disc-brake pada roda belakang. Tak heran kalau dia pun mampu memberikan kenyamanan dan keamanan saat dikemudikan.

Begitu pula dengan Vespa LX 150. Kendaraan yang satu ini memang dirancang sebagai penerus varian ET4. Elemen terbaru pada skuter terletak pada penggunaan roda depan berdiameter 11 inci demi meningkatkan kestabilan dan keamanan berkendaraannya.

Tampilannya yang elegan dengan dukungan mesin yang hemat bahan bakar (37 km per liter) sudah tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Vespa LX 150.


















sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Vespa
http://scootercommunity.blogspot.com/2009/03/penuh-kejutan-dalam-nostalgia-vespa.html

Jumat, 12 Juni 2009

Konfigurasi Mail Server

Mail Server digunakan untuk mentransfer e-mail pada jaringan TCP / IP. Mdaemon adalah software mail server yang dapat di jalankan di sebuah PC dengan sistem operasi Windows. Mdaemon sangat powerful sekali, secara sederhana dapat di gambarkan bahwa menggunakan Mdaemon kita dapat membuat server e-mail seperti Yahoo!mail atau GMail di komputer server lokal di sekolah dan memberi nama domain sesuai kehendak kita, misal user@company.co.id. “user” merupakan nama kotak surat kita, “company″ merupakan nama domain mail server kita, “co” adalah second level domain yang menandakan “commercial”, dan “id” adalah top level domain yang terdaftar di otoritas domain Indonesia. Tapi kali ini kita akan mencoba membuat mail server pada jaringan lokal, sehingga tidak perlu mendaftar ke otoritas domain Indonesia.

konfigurasi ini menggunakan VMWare dimana kita menggunakan 2 Virtual Mesin yang menginstall Windows Server, satu sebagai server dan satunya lagi sebagai client. Demo Kelompok Mail Server bisa dilihat di :


http://www.youtube.com/watch?v=wOLYv0690EM


Sabtu, 28 Februari 2009

Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP)

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat sua tu lapisan-lapisan (layer) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (InternationalStandard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection (OSI). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 4 lapisan sbb :


Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masingmasing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :

1. Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.

2. Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
  • Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
  • Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.

3. Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
  • Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
  • Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti
4. Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga
protokol ini dinamai dengan TCP/IP.

referensi :
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Transmission_Control_Protocol/Internet_Protocol
  • www.oke.or.id/tutorial/Konsep%20Dasar%20TCP.doc
  • ict.pontianak.go.id/ebook/suse/suse3.pdf



Rabu, 18 Februari 2009

ISO - OSI 7 Layer

OSI (Open System Interconnection)

Ialah suatu dekripsi mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer yang dikembangkan sebagai bagian dari Open Systems Interconnection (OSI).


ISO (International Organization for Standardization)

OSI merupakan termasuk ke dalam struktur layer yang mengacu pada acuan standar international melalui ISO yang memiliki pengertian badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa Yunani isos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi.

Didirikan pada 23 Februari 1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).


OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut :

7. Application Layer

Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

6. Prensentation Layer

Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).

5. Session Layer

Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

4. Transport Layer

Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.

3. Network Layer

Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

2. Data Link Layer

Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

1. Physical Layer

Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.



referensi :

  • http://zulqarnain.web.id/?p=223
  • http://id.wikipedia.org/wiki/OSI_Reference_Model

Selasa, 17 Februari 2009

(BBB) Baru Bikin Blog...

Saya baru bikin blog nich,,,

tadinya cuma mo coba-coba ja he3,,,

duh bingung mo nulis pa yaz soalnya saya tidak pandai menulis sich,,,

ya mudah-mudahan dengan saya membuat blog ini bisa memberikan informasi, ya setidaknya buat saya saja, untung-untung kalau bisa memberikan informasi kepada Anda, AMIN...